MODEL OBJEK PHP


Bagaimana sesungguhnya model objek pada PHP? Fitur model objek
baru dari PHP 5 merupakan jawaban tepat untuk menjelaskannya.
Sebenarnya kemampuan sebagai pemrograman yang mendukung
orientasi objek bukanlah satu-satunya fitur baru dari PHP 5. Akan tetapi,
dukungan orientasi objek ini merupakan salah satu fitur yang cukup
menonjol sekali. Terbukti dengan adanya perbaikan fitur berbasis objek
dalam versi ini dan ditambahkan pula model objek baru yang tidak
ditemukan di versi sebelumnya.
Tidak dapat dipungkiri memang, pada kenyataannya untuk saat ini fitur
canggih tersebut belum digunakan secara meluas. Hal ini bisa jadi
karena belum banyak web server yang menggunakannya dan masih
setia dengan PHP 4, selain itu juga karena performansinya masih
memberikan sedikit keraguan bagi beberapa kalangan.
Terlepas dari adanya kekurangan pada pemrograman berorientasi objek
dalam PHP 5, pembahasan di sini dimaksudkan untuk menjelaskan
bagaimana membuat aplikasi web berorientasi objek. Bagaimanapun
juga, pendekatan pemrograman dengan berorientasi objek mampu
menyajikan kode program lebih sederhana dan  reusability, sehingga
memudahkan Anda mengembangkan aplikasi web yang kompleks.  214
8.1  Prosedural dan Orientasi Objek
Kebanyakan pemrogram lebih familiar dengan pemrograman terstruktur
atau prosedural. Salah satu faktor penyebabnya adalah usianya yang
sudah cukup matang, sehingga juga sudah meluas digunakan oleh
berbagai kalangan. Di mana sekitar tahun 1950 diperkenalkan bahasa
pemrograman Fortran dengan tipe prosedural.
Ada pun pemrograman berorientasi objek meskipun sebenarnya juga
sudah cukup lama dikenal namun penggunaannya tidak seluas
pemrograman prosedural. Kurang lebih sekitar tahun 1970 muncul
SmallTalk yang memperkenalkan orientasi objek. Seiring dengan semakin
meningkatnya kebutuhan, orientasi objek dipandang sebagai solusi yang
cukup menarik dalam mengembangkan aplikasi.
Berkaitan dengan pendekatan yang digunakan dalam pemrograman,
PHP memungkinkan Anda untuk membuat program menggunakan
pendekatan secara prosedural atau berorientasi objek. Secara normal,
kebanyakan pemrogram lebih sering menggunakan pendekatan
prosedural, apalagi sebelumnya dukungan objek pada PHP masih belum
selengkap saat ini. Oleh karena itu, apabila Anda baru mengenal PHP,
maka pemrograman prosedural mungkin akan lebih akrab bagi Anda.
Akan tetapi, apabila Anda ingin mengembangkan aplikasi menggunakan
PHP untuk implementasi lebih baik, disarankan mengenal orientasi objek
dari PHP.
Untuk mengetahui lebih jelas mengenai keduanya, kita akan membahas
satu per satu, karena bagaimana pun juga baik prosedural maupun
orientasi objek sangat diperlukan dalam mengembangkan aplikasi.
8.1.1 Pemrograman Prosedural
Kalangan yang fanatik terhadap prosedural umumnya tidak menyaran-
kan penggunaan pendekatan abstrak. Contoh ekstrem dari kalangan ini
adalah melakukan langkah penolakan objek, dan tidak menerima
abstraksi tentunya. Mereka cenderung melihat bagaimana menghasilkan
sesuatu yang cepat dan tidak memperhatikan jika orang lain dapat
membaca kode programnya.  215
Bahkan tidak jarang yang menganggap bahwa pemrograman adalah
kompetisi kecepatan pada aktivitas tim. Dalam pengembangan PHP,
kalangan seperti inilah yang memungkinkan pembuatan modul PECL serta
memiliki kontribusi terhadap efisiensi kode program.
Listing program berikut menunjukkan contoh penulisan program oleh
kalangan prosedural.

<?php
/* procedural.php */

print “Hello, world.”;

?>

8.1.2  Pemrograman Berorientasi Objek
Lain halnya dengan kalangan yang fanatik terhadap objek, umumnya
mereka tidak begitu memperhatikan faktor performansi pada pendekatan
yang dilakukan. Bahkan terlihat kalangan ini sangat menikmati konsep
desain abstrak, karena orang-orang seperti ini biasanya berkarir di
bidang manajemen proyek atau dokumentasi.
Contoh penulisan listing program di kalangan orientasi objek dapat
digambarkan seperti berikut.

<?php
/* objek.php */

class HelloWorld {
function myPrint() {
print “Hello, world.”;
}
}
$myHelloWorld = new HelloWorld();
$myHelloWorld->myPrint();

?>

Dalam lingkungan PHP, kalangan orientasi objek lebih cenderung
membuat modul PEAR dan memiliki kontribusi besar terhadap kemudahan
pengelolaan kode program. 216
8.2  Konsep Dasar OOP
Orientasi objek telah terbukti kelayakannya selama bertahun-tahun dan
terbukti pula sebagai pemrograman yang cukup tangguh. OOP
merupakan paradigma pemrograman yang cukup dominan saat ini,
karena mampu memberikan solusi kaidah pemrograman modern.
Meskipun demikian, bukan berarti bahwa pemrograman prosedural
sudah tidak layak lagi.
OOP diciptakan karena dirasakan masih adanya keterbatasan pada
bahasa pemrograman tradisional. Konsep dari OOP sendiri adalah,
semua pemecahan masalah dibagi ke dalam objek. Dalam OOP data
dan fungsi-fungsi yang akan mengoperasikannya digabungkan menjadi
satu kesatuan yang dapat disebut sebagai objek. Proses perancangan
atau desain dalam suatu pemrograman merupakan proses yang tidak
terpisah dari proses yang mendahului, yaitu analisis dan proses yang
mengikutinya.
Pembahasan mengenai orientasi objek tidak akan terlepas dari konsep
objek seperti  inheritance atau penurunan,  encapsulation atau pembung-
kusan, dan  polymorphism  atau kebanyakrupaan. Konsep-konsep ini
merupakan fundamental dalam orientasi objek yang perlu sekali dipa-
hami serta digunakan dengan baik, dan menghindari penggunaannya
yang tidak tepat.
8.2.1  Class dan Objek
Dalam lingkungan program berorientasi objek, pemrogram men-
definisikan class secara statik. Pada saat run-time, class akan diinstantiasi
menjadi objek. Ada pun objek yang merupakan instantiasi dari suatu
class selalu dapat diacu melalui current objek, apa pun nama instant-nya.
Dapat didefinisikan bahwa class merupakan struktur data dari suatu
objek, lebih jelasnya adalah sebuah bentuk dasar atau  blueprint  yang
mendefinisikan variabel method umum pada semua objek dari beberapa
macam. Objek sendiri adalah kumpulan variabel dan fungsi yang
dihasilkan dari template khusus atau disebut class. 217
Kiranya cukup penting untuk membedakan antara class dengan objek. Di
mana objek adalah elemen pada saat run-time yang akan diciptakan,
dimanipulasi, dan dihancurkan ketika eksekusi. Ada pun class merupakan
definisi statik dari himpunan objek yang mungkin diciptakan sebagai
instantiasi dari class. Sederhananya adalah kumpulan objek yang
mempunyai atribut sama. Dengan demikian, pada saat run-time maka
yang kita miliki adalah objek.
Paling tidak suatu class memiliki struktur sebagai berikut:

class NamaClass {

}

Agar dapat digunakan, maka class memerlukan atribut dan operasi, di
mana dibuat dengan cara mendeklarasikan variabel di dalam class
menggunakan keyword var.

class NamaClass {
var $atribut1;
var $atribut2;

function operasi() {

}
}

Dalam bahasa pemrograman lain seperti Java, file program harus
disimpan sama dengan nama class. Lain halnya dengan PHP, Anda
dapat memberikan nama yang tidak harus sama.
8.2.2 Inheritance
Untuk menggambarkan  inheritance  atau pewarisan di dalam pemro-
graman, pada saat Anda menggunakan kembali atau mengganti method
dari class yang sudah ada, serta ketika menambahkan  field  instant dan
method baru, maka pada saat itulah Anda bekerja dengan  inheritance.
Konsep ini merupakan konsep yang fundamental dalam orientasi objek
dan  harus digunakan dengan baik. 218
Ada beberapa macam jenis  inheritance  yang dikenal dalam pemro-
graman berorientasi objek, di antaranya adalah  single inheritance  dan
multiple inheritance.
Dalam  single inheritance, sebuah class turunan merupakan turunan dari
sebuah class induk, perhatikan ilustrasi pada Gambar 8.1. Terlihat
bahwa class B mewarisi class A, bentuk lain menjelaskan bahwa class B
serta class C adalah turunan dari class A.

Gambar 8.1 Single inheritance
Ada pun pada multiple inheritance, sebuah class turunan mewarisi lebih
dari satu class induk (join). Hal ini dapat menimbulkan beberapa
persoalan jika ternyata ada fitur di class-class induk yang ternyata konflik,
misalnya konflik nama atau body.

Gambar 8.2 Multiple inheritance
Pada hubungan inheritance, sebuah class turunan mewarisi kelas leluhur.
Oleh karena mewarisi, maka semua atribut dan method class dari induk 219
akan dibawa, secara intrinsik menjadi bagian dari class anak. Dalam
beberapa keadaan, membawa secara intrinsik semua atribut dan method
tidak dikehendaki, sehingga pemroses bahasa menyediakan sarana
untuk:
•  Menambah fitur baru
•  Mengubah atau mengganti fitur yang diwarisi
•  Menghapus fitur yang diwarisi dan
•  Menentukan fitur yang masih belum terdefinisi

Pada kenyataannya, hal ini menimbulkan persoalan yang tidak
sederhana, karena penghapusan fitur dapat menimbulkan beberapa
konsekuensi berbahaya sehingga sedikit sekali yang menyarankan
penghapusan fitur. Listing program berikut akan menunjukkan bagaimana
implementasi pewarisan.

<?php
/* inheritance.php */

class Bapak {
var $nama =”Bapak”;

function Bapak($n) {
$this->nama = $n;
}

function Hallo() {
echo “Halo, saya $this->nama <br>”;
}
}

class Anak extends Bapak {

}

$test = new Anak(“Anak dari Bapak”);
$test->Hallo();

?>

Hasil tampilan dari listing program di atas adalah “Halo, saya Anak dari
Bapak” dan bukannya “Halo, saya Bapak”. Mengapa demikian?
Memang di dalam class Bapak didefinisikan variabel nama dengan nilai
Bapak, selanjutnya kita membuat objek dari class Anak yang merupakan 220
turunan dari class Bapak. Lihat bahwa instantiasi sekaligus mengisikan
parameter baru “Anak dari Bapak”, sehingga ketika dipanggil maka
mengisikan $this->nama dengan parameter tersebut.
Ada pun di dalam implementasi pemrograman, kebanyakan pemrogram
merasakan beberapa manfaat dari  inheritance  atau pewarisan, di
antaranya:
•  Subclass mampu menyediakan perilaku khusus dari elemen dasar
yang disediakan oleh superclass.
•  Pemrogram dapat mengimplementasikan superclass untuk memanggil
class abstrak yang menyatakan perilaku umum.

8.2.3 Encapsulation
Konsep fundamental berikutnya di dalam pemrograman berorientasi
objek adalah encpsulation atau pembungkusan. Orientasi objek men-
dukung karakteristik enkapsulasi menggunakan konsep class, dan setelah
terbentuk maka class akan bertindak sebagai entitas yang terenkapsulasi
(terbungkus). Tentu saja enkapsulasi objek ini memiliki maksud tersendiri,
terutama dalam impelementisnya ketika mengembangkan perangkat
lunak berbasis objek.
Sering pula dikatakan bahwa enkapsulasi merupakan teknik penyem-
bunyian informasi ke dalam struktur. Tujuan enkapsulasi adalah untuk
menyembunyikan properti dan method dari suatu objek, dan hanya
menampilkan properti serta method yang dibutuhkan. Ada pun properti
atau method yang ditampilkan dari suatu objek dikenal dengan istilah
interface. Pembahasan mengenai interface akan dijelaskan dalam
subbab tersendiri.

Asal berita : http://belajardong.wordpress.com/

About willyfavindy

Aku seorang yang sangat menggemari teknologi komputer dan mengikuti perkembangan zaman di saat ini

Posted on Mei 27, 2008, in Belajar PHP, MODEL OBJEK PHP. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: