Membuat DNS Pada Linux


¾  Instalasi DNS Server

Apabila anda melakukan instalasi linux melalui media instalasi CD, maka pada
saat pemilihan paket-paket  instalasi anda dapat menginstall sekaligus paket BIND
yang dibutuhkan untuk DNS Server. Yaitu dengan memberi  tanda centang pada
Network Server, Simple Web Server, LDAP Server and Tools. Perhatikan kembali
proses instalasi pada Section Software. Jadi pada bagian ini tidak dijelaskan
bagaimana cara menginstall BIND. Dikarenakan linux yang dinstall telah menginstall
paket-paket BIND.

¾  Instalasi DNS Server

Secara Default setelah linux anda terinstall maka direktori yang perlu anda edit
adalah  /etc/named.conf , /etc/resolv.conf , /var/lib/named . contoh kali ini kita akan
membuat server dengan nama domain  linux.net  dan nama host adalah  server.
Domain dan host berkaitan erat pada pembuatan DNS Server. Sekarang kita akan
memulai pembuatan DNS Server.
Masuklah kedalam direktori /var/lib/named dan lihat isi direktori tersebut.

Setelah anda menjalankan perintah ls maka linux akan menampilkan isi default
direktori /var/lib/named yaitu :

Salinlah file 127.0.0.zone didalam direktori /var/lib/named/ dengan nama file
192.168.0.zone . file ini sesuai dengan segmen IP yang disetting pada Ethernet card
yaitu 192.168.0.1

Setelah anda menyalin file 127.0.0.zone maka editlah 192.168.0.zone dengan
menggunakan perintah vi atau pico

Isi fle tersebut masih sama dengan 127.0.0.zone karena file 192.168.0.zone disalin
dari file 127.0.0.zone. maka anda harus mengedit file 192.168.0.zone dengan isi
seperti berikut.

root:~# cd /var/lib/named
root:/var/lib/named# ls
root:/var/lib/named# ls
. ..  slave  127.0.0.zone localhost.zone  root.hint
root:/var/lib/named# cp 127.0.0.zone 192.168.0.zone /var/lib/named
root:/var/lib/named# pico 192.168.0.zone

Panduan Lengkap Membangun Server Menggunakan Linux SuSE 9.1

Lalu save file tersebut dan keluarlah dari text editor pico. Salinlah file
192.168.0.zone didalam direktori /var/lib/named/ dengan nama file db/linux.net. file

Setelah anda menyalin file 192.168.0.zone maka editlah db.linux.net dengan
menggunakan perintah vi atau pico

Isi file dari db.linux.net adalah :
Isi fle tersebut masih sama dengan 127.0.0.zone karena file 192.168.0.zone disalin
dari file 127.0.0.zone. maka anda harus mengedit file 192.168.0.zone dengan isi
seperti berikut.
Simpan file diatas lalu keluar dari text editor pico. Pada file diatas terdapat resources
record yaitu IN NS, IN PTR, IN MX, IN A, IN CNAME. Maksud record db file tersebut
adalah :
SOA record
Mengindikasikan otoritas dari sebuah zone file
NS record
Mengindikasikan daftar nama server
$TTL 86400
@ IN SOA server.linux.net. root.linux.net. (
11 ; serial
28800 ; refresh
14400 ; retry
3600000 ; expiry
86400 ) ; minimum

IN NS    linux.net.
IN NS   server.linux.net.
1   IN PTR     server.linux.net.
root:/var/lib/named# cp 192.168.0.zone db.linux.net /var/lib/named
root:/var/lib/named# pico db.linux.net
$TTL 86400
@ IN SOA server.linux.net. root.linux.net. (
12 ; serial
28800 ; refresh
14400 ; retry
3600000 ; expiry
86400 ) ; minimum

IN NS    linux.net.
IN NS   server.linux.net.
1     IN PTR     server.linux.net.
IN MX  10 server.linux.net.
localhost IN A   127.0.0.1
server  IN A   192.168.0.1
www  IN CNAME  server.linux.net.
mail  IN CNAME  server.linux.net.
smtp  IN CNAME  server.linux.net.
pop3  IN CNAME  server.linux.net.
ftp  IN CNAME  server.linux.net.

Panduan Lengkap Membangun Server Menggunakan Linux SuSE 9.1
Other records
Menjelaskan mengenai data dari zone file tersebut, Record ini berupa :
A
Mengubah Nama menjadi Alamat IP
PTR
Mengubah Nama IP menjadi Nama
CNAME
Menjelaskan nama Alias

Setelah itu editlah file /etc/named.conf

Default dari isi file named.conf sebelum diedit adalah :

root:/var/lib/named# cd /etc/
root:/var/lib/named# pico named.conf
# Copyright (c) 2001 SuSE GmbH Nuernberg, Germany
#
# Author: Frank Bodammer <feedback@suse.de>
#
# /etc/named.conf
#
# This is a sample configuration file for the name server
# BIND9.
# It works as a caching only name server without
# modification.
#
# A sample configuration for setting up your own domain can
# be found in /usr/share/doc/packages/bind8/sample-config.
#
# A description of all available options can be found in
# /usr/share/doc/packages/bind8/html/options.html

options {

# The directory statement defines the name server’s
# working directory

directory “/var/lib/named”;

# The forwarders record contains a list of servers to
# which queries should be forwarded. Enable this line
# and
# modify the IP-address to your provider’s name server.
# Up to three servers may be listed.

#forwarders { 10.11.12.13; 10.11.12.14; };

# Enable the next entry to prefer usage of the name

Panduan Lengkap Membangun Server Menggunakan Linux SuSE 9.1

# server declared in the forwarders section.

#forward first;

# The listen-on record contains a list of local network
# interfaces to listen on. Optionally the port can be
# specified. Default is to listen on all interfaces
# found
# on your system. The default port is 53.

#listen-on port 53 { 127.0.0.1; };

# The next statement may be needed if a firewall stands
# between the local server and the internet.

#query-source address * port 53;

# The allow-query record contains a list of networks or
# IP-addresses to accept and deny queries from. The
# default is to allow queries from all hosts.

#allow-query { 127.0.0.1; };

# The cleaning-interval statement defines the time
# interval
# in minutes for periodic cleaning. Default is 60
# minutes.
# By default, all actions are logged to
# /var/log/messages.

cleaning-interval 120;

# Name server statistics will be logged to
# /var/log/messages
# every <statistics-interval> minutes. Default is 60
# minutes.
# A value of 0 disables this feature.

statistics-interval 0;

# If notify is set to yes (default), notify messages
# are
# sent to other name servers when the the zone data is
# changed. Instead of setting a global ‘notify’
# statement
# in the ‘options’ section, a separate ‘notify’ can be
# added to each zone definition.

Panduan Lengkap Membangun Server Menggunakan Linux SuSE 9.1
Edit file named.conf dan tambahkan baris berikut pada bagian akhir file named.conf

Bagian yang ditambahkan adalah :

Simpan file tersebut, lalu keluar dari editor pico. Sekarang kita edit file resolv.conf
pada direktori /etc/resolv.conf

root:/etc# pico named.conf
notify no;
};

# The following three zone definitions don’t need any
# modification.
# The first one defines localhost while the second defines
# the
# reverse lookup for localhost. The last zone “.” is the
# definition of the root name servers.

zone “localhost” in {
type master;
file “localhost.zone”;
};

zone “0.0.127.in-addr.arpa” in {
type master;
file “127.0.0.zone”;
};

zone “.” in {
type hint;
file “root.hint”;
};

# You can insert further zone records for your own domains
below.

zone “0.168.192.in-addr.arpa” in {
type master;
file “192.168.0.zone”;
};

zone “linux.net” in {
type master;
file “db.linux.net”;
};
root:/etc# pico resolv.conf

Panduan Lengkap Membangun Server Menggunakan Linux SuSE 9.1
Sedangkan isi dari file resolv.conf adalah :
domain linux.net
nameserver 192.168.0.1
nameserver 127.0.0.1
search linux.net
Setelah semuanya telah selesai maka jalankan service named

Atau anda bias menggunakan perintah.

Lalu anda bisa melihat apakah hasil konfigurasi DNS server anda telah berjalan apa
tidak jalankan perintah dibawah ini untuk melihat zone file yang error.

Jalankan perintah dig untuk mengecek  apa server DNS yang anda buat sudah
berjalan dengan baik apa tidak.

root:/etc# /etc/init.d/named start
root:/etc# rcnamed start
root:/etc# less /var/log/messages
Feb 15 12:54:18 named[25139]: starting BIND 9.2.2rc1 -u named -c
/usr/local/named/etc/named.conf
Feb 15 12:54:18 named[25139]: using 1 CPU
Feb 15 12:54:18 named[25139]: loading configuration from
’/usr/local/named/etc/named.conf’
Feb 15 12:54:18 named[25139]: no IPv6 interfaces found
Feb 15 12:54:18 named[25139]: listening on IPv4 interface lo, 127.0.0.1#53
Feb 15 12:54:18 named[25139]: listening on IPv4 interface eth0, 192.168.0.1#53
Feb 15 12:54:18 named[25139]: command channel listening on 127.0.0.1#53
Feb 15 12:54:18 named[25139]: zone 0.168.192.in-addr.arpa/IN: loaded serial 9
Feb 15 12:54:18 named[25139]: zone 0.0.127.in-addr.arpa/IN: loaded serial 10
Feb 15 12:54:18 named[25139]: zone localhost/IN: loaded serial 11
Feb 15 12:54:18 named[25139]: zone db.linux.net/IN: loaded serial 12
Feb 15 12:54:18 named[25139]: running
root:/etc# dig –x 192.168.0.1
; <<>> DiG 9.2.2rc1 <<>> -x 192.168.0.1
;; global options: printcmd
;; Got answer:
;; ->>HEADER<<- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 30843
;; flags: qr aa rd ra; QUERY: 1, ANSWER: 1, AUTHORITY: 2, ADDITIONAL: 2

;; QUESTION SECTION:
;0.168.192.in-addr.arpa. IN PTR

;; ANSWER SECTION:
0.168.192.in-addr.arpa. 86400 IN PTR server.linux.net.

;; AUTHORITY SECTION:
0.168.192.in-addr.arpa. 86400 IN NS server.linux.net.

;; ADDITIONAL SECTION:
server.linux.net. 86400 IN A  192.168.0.1
;; Query time: 1 msec
;; SERVER: 127.0.0.1#53(127.0.0.1)

About willyfavindy

Aku seorang yang sangat menggemari teknologi komputer dan mengikuti perkembangan zaman di saat ini

Posted on Mei 23, 2008, in Belajar Linux. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Saya pakai Fedora Core 7 kok di direktori etc ndak ada named.conf ? mohon bantuanya.

    Willyfavindy : mungkin Fedora kamu versi beta yaaa…..,gini aja coba kamu copy dari linux suse atau debian aja…setelah itu kamu pastekan aja di direktori etc.mungkin kamu bisa install melalui CD Fedora kamu.dikarenakan Fedora kamu tidak sepenuhnya data yang masuk ke sistem kamu jadi harus kamu install lagi componentnya…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: