Archive for Mei 23rd, 2008

Membuat Apache Server

Pendahuluan

Web Server adalah software server yang menjadi tulang belakang dari World
Wide Web (WWW). Web server menunggu permintaan dari client yang
menggunakan browser seperti netscape navigator, Internet Explorer, modzilla, dan
program browser lainnya. Jika ada permintaan dari browser, maka web server akan
memproses permintaan itu dan kemudian memberikan hasil prosesnya berupa data
yang diinginkan kembali ke  browser. Data ini mempunyai format yang standar
disebut dengan format SGML ( Standard General Markup Language). Data yang
berupa format ini kemudian akan ditampilkan oleh browser sesuai dengan
kemampuan browser itu. Contohnya ialah bila data yang dikirim berupa data
gambar, browser yang hanya mampu menampilkan text (misalnya lynx) tidak akan
mampu menampilkannya dan jika ada akan menampilkan alternatifnya saja.

Web Server, untuk berkomunikasi dengan clientnya (web browser)
mempunyai protokol sendiri yaitu HTTP  (HyperText Transfer Protocol). Dengan
protokol ini, komunikasi antar web server dengan clientnya (browser) dapat saling
dimengerti dan lebih mudah.

Seperti telah dijelaskan diatas, Standar format data pada World Wide Web
adalah SGML. Tapi sudah menjadi hal yang umum bahwa para pengguna internet
lebih banyak menggunakan format HTML (HyperText Markup Language) karena
penggunaannya yang lebih sederhana dan mudah dipelajari.

Kata HyperText mempunyai arti bahwa seorang pengguna internet dengan
web browsernya dapat membuka dan mambaca dokumen-dokumen yang ada
dalam komputernya atau bahkan komputer yang jauh tempatnya sekalipun. Hal ini
memberikan cita rasa dari suatu proses  yang tridimensional, artinya pengguna
internet dapat membaca dari satu dokumen ke dokumen yang  lain hanya dengan
mengklik beberapa bagian dari halaman-halaman dokumen (web) itu.

Proses yang dimulai dari permintaan webclient (browser), diterima web
server, diproses, dan dikembalikan hasil prosesnya oleh web server ke webclient
lagi dilakukan secara transparan.  Setiap orang dapat dengan mudah mengetahui
apa yang terjadi pada tiap-tiap proses. Secara garis besarnya web server hanya
memproses semua masukan yang diperolehnya dari web clientnya. (lagi…)

Add comment Mei 23, 2008

Keamanan pada windows

BitLocker beroperasi dalam tiga modus operasi. Dua modus pertama membutuhkan kepingan (chip) perangkat keras kriptografi yang disebut dengan Trusted Platform Module (TPM) versi 1.2 atau yang terbaru dan juga BIOS yang kompatibel, yakni sebagai berikut:

  • Modus operasi transparan: modus ini menggunakan sepenuhnya kemampuan perangkat keras TPM 1.2 untuk memberikan keamanan yang tinggidengan kenyamanan kepada pengguna–pengguna dapat masuk log ke Windows Vista secara normal, seolah tidak ada proses enkripsi berlangsung di dalamnya. Kunci yang digunakan untuk melakukan enkripsi akan dienkripsi dengan menggunakan chip TPM dan hanya akan dibuka kepada kode pemuat sistem operasi jika berkas-berkas yang dibutuhkan dalam rangka proses booting terlihat belum dimodifikasi. Komponen BitLocker sebelum OS berjalan ini mampu melakukannya dengan mengimplementasikan metodologi Static Root of Trust Measurement, yang didefinisikan oleh Trusted Computing Group.
  • Modus autentikasi pengguna: Modus ini mengharuskan pengguna memasukkan beberapa parameter autentikasi dalam lingkungan sebelum melakukan proses booting agar mampu melakukan proses booting ke sistem operasi. Modus ini memiliki dua metodologi, yakni dengan menggunakan Personal Identification Number (PIN) yang dimasukkan oleh pengguna, atau perangkat USB yang dimasukkan oleh pengguna yang mengandung kunci yang dibutuhkan.
  • Modus USB Key: Pengguna harus memasukkan perangkat USB yang mengandung kunci yang dibutuhkan agar komputer mampu melakukan booting terhadap sistem operasi yang dilindungi oleh BitLocker. Modus ini memang tidak membutuhkan TPM, tapi modus ini membutuhkan BIOS yang mampu membaca perangkat USB sebelum booting.

[sunting] Cara kerja

Berbeda dengan namanya, BitLocker Drive Encryption sebenarnya hanya merupakan sistem enkripsi terhadap sebuah volume/partisi saja. Sebuah volume mungkin bisa berupa satu hard drive, sebuah partisi, atau lebih dari satu buah hard drive. Dengan menggunakan alat bantu yang bersifat command-line, BitLocker dapat digunakan untuk mengamankan volume yang digunakan oleh sistem operasi, tetapi juga volume yang tidak dapat dienkripsi dengan menggunakan antarmuka grafisnya. Sistem operasi masa depan (mungkin Windows Server 2008) diharapkan dapat mendukung enkripsi terhadap volume tambahan selain volume booting dengan menggunakan antarmuka grafisnya. Selain itu, ketika diaktifkan, TPM dan BitLocker juga menjamin integritas jalur booting yang digunakan (BIOS, Master Boot Record, boot sector dan lain-lain) agar mencegah serangan fisik secara offline (offline attack), virus yang menyerang boot sector dan lain-lain.

Agar BitLocker dapat beroperasi, hard disk paling tidak harus memiliki dua buah volume yang harus diformat dengan menggunakan sistem berkas NTFS, yang dinamakan dengan “System Volume” (sebuah volume di mana sistem operasi mampu melakukan booting yang memiliki kapasitas paling tidak 1.5 Gigabyte) dan juga “Boot Volume“, yang mengandung Windows Vista. Perlu dicatat bahwa System Volume tidak dienkripsi, sehingga tidak boleh menyimpan data sensitif dan rahasia di sana. Tidak seperti versi Windows sebelumnya, alat bantu command-line diskpart bawaan Windows Vista mencakup kemampuan untuk mengecilkan ukuran volume NTFS sehingga system volume yang ditujukan untuk BitLocker pun dapat dibuat, tanpa harus melakukan repartisi hard drive.

Hanya volume yang berisi sistem operasi saja yang bisa dienkripsi dengan menggunakan antarmuka grafis. Akan tetapi, volume tambahan dapat dienkripsi dengan menggunakan skrip Windows Scripting Host, manage-bde.wsf. Fitur Encrypting File System (EFS) tetap disarankan sebagai solusi untuk enkripsi secara realtime dalam partisi NTFS. Penggunaan EFS juga sangat disarankan selain tentunya BitLocker, karena proteksi yang dilakukan oleh BitLocker akan berakhir mana kala kernel sistem operasi telah dimuat. Penggunaan dua fitur tersebut (BitLocker dan EFS) akan mampu melindungi beberapa jenis serangan.

Dalam lingkungan domain, BitLocker mendukung pembagian kunci terhadap dengan menggunakan Active Directory, selain tentunya antarmuka Windows Management Instrumentation (WMI) yang digunakan untuk melakukan administrasi jarak jauh terhadap fitur tersebut. Sebagai contoh penggunaan antarmuka WMI adalah skrip manage-bde.wsf (yang diletakkan di dalam \%WINDIR%\System32\) yang dapat digunakan untuk mengatur konfigurasi BitLocker dari command-line.

[sunting] Keamanan BitLocker

Menurut Microsoft, BitLocker tidak mengandung backdoor; tidak ada jalan lolos bagi para penegak hukum untuk mengakses data pengguna yang telah disimpan di dalam hard drive yang diproteksi dengan menggunakan BitLocker. Hal ini telah menjadi pembicaraan di antara para pengguna berpengalaman dan paham masalah sekuritas sejak awal pengumuman fitur enkripsi cakram terintegrasi di dalam Vista.

Menurut artikel “Keys to Protecting Data with BitLocker Drive Encryption” yang dipublikasikan pada bulan Juni 2007 dalam majalah TechNet Magazine[1], modus operasi transparan dan modus autentikasi pengguna akan menggunakan perangkat keras TPM untuk mendeteksi apakah ada perubahan yang tidak diinginkan terhadap lingkungan sebelum booting, termasuk di antarany adalah BIOS, MBR, dan boot sector. Jika ada perubahan yang tidak diinginkan terdeteksi oleh BitLocker, BitLocker akan meminta sebuah kunci pemulihan (recovery) dari sebuah perangkat USB, atau password untuk pemulihan yang dimasukkan secara manual. Dua cara ini digunakan untuk melakukan dekripsi terhadap Volume Master Key (VMK) dan mengizinkan proses booting untuk terus berlanjut.

Salah satu implikasi dari sistem enkripsi berbasis perangkat lunak semacam BitLocker adalah bahwa kunci pemulihan dan proses pemasukan password dapat ditipu dengan menggunakan manajer booting lainnya atau melakukan instalasi sebuah sistem operasi. Setelah perangkat lunak menemukan password rahasia, maka program tersebut dapat digunakan untuk melakukan dekripsi terhadap VMK, yang kemudian mengizinkan akses untuk melakukan dekripsi terhadap hard disk yang dienkripsi dengan BitLocker. Risiko ini dapat diproteksi dengan mengonfigurasikan password pada BIOS agar hanya mampu melakukan booting dari hard disk saja, bukan dari perangkat lain lalu melindungi konfigurasi BIOS dengan password yang kuat. Hal ini tidak menjadi jaminan kemanan, karena memang pada umumnya di dalam motherboard terkandung sebuah jumper untuk menghilangkan memori CMOS yang digunakan untuk menyimpan password dan konfigurasi BIOS, sehingga komputer pun dapat digunakan.

BitLocker juga dapat beroperasi dalam modus USB Key. Risiko keamanan dalam kasus ini adalah bahwa sebuah program (baik itu program sebelum booting atau program setelah booting) dapat membaca kunci startup dari USB key tersebut untuk disimpan di sebuah tempat lainnya yang dapat digunakan pada waktu yang akan datang untuk melakukan dekripsi terhadpa VMK untuk mengizinkan akses terhadap hard disk yang diamankan oleh BitLocker. Risiko ini dapat dikurangi dengan mencabut USB Key dari port USB sebelum Windows menyelesaikan proses bootingnya, yang akhirnya mencegah malware untuk mencuri informasi yang terkandung di dalam USB Key tersebut. Selain itu, mengonfigurasikan BIOS agar hanya melakukan booting dari hard disk dan melindunginya dengan password yang kuat akan meningkatkan keamanan dengan memperumit instalasi sebuah lingkungan sebelum booting yang mampu mencuri kunci. Lagi-lagi, jika memori CMOS dihapus, hal ini akan meningkatkan kerawanan sistem.

Meskipun BitLocker mampu melindungi hard disk dari beberapa macam serangan, BitLocker tidak mampu melindungi hard disk dari serangan yang dilancarkan dari jaringan, karena Windows sedang berjalan (mengingat keamanan BitLocker hanya efektif sesaat sebelum booting saja). Karenanya, penggunaan EFS sangatlah disarankan.

Add comment Mei 23, 2008

Membuat DNS Pada Linux

¾  Instalasi DNS Server

Apabila anda melakukan instalasi linux melalui media instalasi CD, maka pada
saat pemilihan paket-paket  instalasi anda dapat menginstall sekaligus paket BIND
yang dibutuhkan untuk DNS Server. Yaitu dengan memberi  tanda centang pada
Network Server, Simple Web Server, LDAP Server and Tools. Perhatikan kembali
proses instalasi pada Section Software. Jadi pada bagian ini tidak dijelaskan
bagaimana cara menginstall BIND. Dikarenakan linux yang dinstall telah menginstall
paket-paket BIND.

¾  Instalasi DNS Server

Secara Default setelah linux anda terinstall maka direktori yang perlu anda edit
adalah  /etc/named.conf , /etc/resolv.conf , /var/lib/named . contoh kali ini kita akan
membuat server dengan nama domain  linux.net  dan nama host adalah  server.
Domain dan host berkaitan erat pada pembuatan DNS Server. Sekarang kita akan
memulai pembuatan DNS Server.
Masuklah kedalam direktori /var/lib/named dan lihat isi direktori tersebut.

Setelah anda menjalankan perintah ls maka linux akan menampilkan isi default
direktori /var/lib/named yaitu :

Salinlah file 127.0.0.zone didalam direktori /var/lib/named/ dengan nama file
192.168.0.zone . file ini sesuai dengan segmen IP yang disetting pada Ethernet card
yaitu 192.168.0.1

Setelah anda menyalin file 127.0.0.zone maka editlah 192.168.0.zone dengan
menggunakan perintah vi atau pico

Isi fle tersebut masih sama dengan 127.0.0.zone karena file 192.168.0.zone disalin
dari file 127.0.0.zone. maka anda harus mengedit file 192.168.0.zone dengan isi
seperti berikut.

root:~# cd /var/lib/named
root:/var/lib/named# ls
root:/var/lib/named# ls
. ..  slave  127.0.0.zone localhost.zone  root.hint
root:/var/lib/named# cp 127.0.0.zone 192.168.0.zone /var/lib/named
root:/var/lib/named# pico 192.168.0.zone

Panduan Lengkap Membangun Server Menggunakan Linux SuSE 9.1

Lalu save file tersebut dan keluarlah dari text editor pico. Salinlah file
192.168.0.zone didalam direktori /var/lib/named/ dengan nama file db/linux.net. file

Setelah anda menyalin file 192.168.0.zone maka editlah db.linux.net dengan
menggunakan perintah vi atau pico

Isi file dari db.linux.net adalah :
Isi fle tersebut masih sama dengan 127.0.0.zone karena file 192.168.0.zone disalin
dari file 127.0.0.zone. maka anda harus mengedit file 192.168.0.zone dengan isi
seperti berikut.
Simpan file diatas lalu keluar dari text editor pico. Pada file diatas terdapat resources
record yaitu IN NS, IN PTR, IN MX, IN A, IN CNAME. Maksud record db file tersebut
adalah :
SOA record
Mengindikasikan otoritas dari sebuah zone file
NS record
Mengindikasikan daftar nama server
$TTL 86400
@ IN SOA server.linux.net. root.linux.net. (
11 ; serial
28800 ; refresh
14400 ; retry
3600000 ; expiry
86400 ) ; minimum

IN NS    linux.net.
IN NS   server.linux.net.
1   IN PTR     server.linux.net.
root:/var/lib/named# cp 192.168.0.zone db.linux.net /var/lib/named
root:/var/lib/named# pico db.linux.net
$TTL 86400
@ IN SOA server.linux.net. root.linux.net. (
12 ; serial
28800 ; refresh
14400 ; retry
3600000 ; expiry
86400 ) ; minimum

IN NS    linux.net.
IN NS   server.linux.net.
1     IN PTR     server.linux.net.
IN MX  10 server.linux.net.
localhost IN A   127.0.0.1
server  IN A   192.168.0.1
www  IN CNAME  server.linux.net.
mail  IN CNAME  server.linux.net.
smtp  IN CNAME  server.linux.net.
pop3  IN CNAME  server.linux.net.
ftp  IN CNAME  server.linux.net.

Panduan Lengkap Membangun Server Menggunakan Linux SuSE 9.1
Other records
Menjelaskan mengenai data dari zone file tersebut, Record ini berupa :
A
Mengubah Nama menjadi Alamat IP
PTR
Mengubah Nama IP menjadi Nama
CNAME
Menjelaskan nama Alias

Setelah itu editlah file /etc/named.conf

Default dari isi file named.conf sebelum diedit adalah :

root:/var/lib/named# cd /etc/
root:/var/lib/named# pico named.conf
# Copyright (c) 2001 SuSE GmbH Nuernberg, Germany
#
# Author: Frank Bodammer <feedback@suse.de>
#
# /etc/named.conf
#
# This is a sample configuration file for the name server
# BIND9.
# It works as a caching only name server without
# modification.
#
# A sample configuration for setting up your own domain can
# be found in /usr/share/doc/packages/bind8/sample-config.
#
# A description of all available options can be found in
# /usr/share/doc/packages/bind8/html/options.html

options {

# The directory statement defines the name server’s
# working directory

directory “/var/lib/named”;

# The forwarders record contains a list of servers to
# which queries should be forwarded. Enable this line
# and
# modify the IP-address to your provider’s name server.
# Up to three servers may be listed.

#forwarders { 10.11.12.13; 10.11.12.14; };

# Enable the next entry to prefer usage of the name

Panduan Lengkap Membangun Server Menggunakan Linux SuSE 9.1

# server declared in the forwarders section.

#forward first;

# The listen-on record contains a list of local network
# interfaces to listen on. Optionally the port can be
# specified. Default is to listen on all interfaces
# found
# on your system. The default port is 53.

#listen-on port 53 { 127.0.0.1; };

# The next statement may be needed if a firewall stands
# between the local server and the internet.

#query-source address * port 53;

# The allow-query record contains a list of networks or
# IP-addresses to accept and deny queries from. The
# default is to allow queries from all hosts.

#allow-query { 127.0.0.1; };

# The cleaning-interval statement defines the time
# interval
# in minutes for periodic cleaning. Default is 60
# minutes.
# By default, all actions are logged to
# /var/log/messages.

cleaning-interval 120;

# Name server statistics will be logged to
# /var/log/messages
# every <statistics-interval> minutes. Default is 60
# minutes.
# A value of 0 disables this feature.

statistics-interval 0;

# If notify is set to yes (default), notify messages
# are
# sent to other name servers when the the zone data is
# changed. Instead of setting a global ‘notify’
# statement
# in the ‘options’ section, a separate ‘notify’ can be
# added to each zone definition.

Panduan Lengkap Membangun Server Menggunakan Linux SuSE 9.1
Edit file named.conf dan tambahkan baris berikut pada bagian akhir file named.conf

Bagian yang ditambahkan adalah :

Simpan file tersebut, lalu keluar dari editor pico. Sekarang kita edit file resolv.conf
pada direktori /etc/resolv.conf

root:/etc# pico named.conf
notify no;
};

# The following three zone definitions don’t need any
# modification.
# The first one defines localhost while the second defines
# the
# reverse lookup for localhost. The last zone “.” is the
# definition of the root name servers.

zone “localhost” in {
type master;
file “localhost.zone”;
};

zone “0.0.127.in-addr.arpa” in {
type master;
file “127.0.0.zone”;
};

zone “.” in {
type hint;
file “root.hint”;
};

# You can insert further zone records for your own domains
below.

zone “0.168.192.in-addr.arpa” in {
type master;
file “192.168.0.zone”;
};

zone “linux.net” in {
type master;
file “db.linux.net”;
};
root:/etc# pico resolv.conf

Panduan Lengkap Membangun Server Menggunakan Linux SuSE 9.1
Sedangkan isi dari file resolv.conf adalah :
domain linux.net
nameserver 192.168.0.1
nameserver 127.0.0.1
search linux.net
Setelah semuanya telah selesai maka jalankan service named

Atau anda bias menggunakan perintah.

Lalu anda bisa melihat apakah hasil konfigurasi DNS server anda telah berjalan apa
tidak jalankan perintah dibawah ini untuk melihat zone file yang error.

Jalankan perintah dig untuk mengecek  apa server DNS yang anda buat sudah
berjalan dengan baik apa tidak.

root:/etc# /etc/init.d/named start
root:/etc# rcnamed start
root:/etc# less /var/log/messages
Feb 15 12:54:18 named[25139]: starting BIND 9.2.2rc1 -u named -c
/usr/local/named/etc/named.conf
Feb 15 12:54:18 named[25139]: using 1 CPU
Feb 15 12:54:18 named[25139]: loading configuration from
’/usr/local/named/etc/named.conf’
Feb 15 12:54:18 named[25139]: no IPv6 interfaces found
Feb 15 12:54:18 named[25139]: listening on IPv4 interface lo, 127.0.0.1#53
Feb 15 12:54:18 named[25139]: listening on IPv4 interface eth0, 192.168.0.1#53
Feb 15 12:54:18 named[25139]: command channel listening on 127.0.0.1#53
Feb 15 12:54:18 named[25139]: zone 0.168.192.in-addr.arpa/IN: loaded serial 9
Feb 15 12:54:18 named[25139]: zone 0.0.127.in-addr.arpa/IN: loaded serial 10
Feb 15 12:54:18 named[25139]: zone localhost/IN: loaded serial 11
Feb 15 12:54:18 named[25139]: zone db.linux.net/IN: loaded serial 12
Feb 15 12:54:18 named[25139]: running
root:/etc# dig –x 192.168.0.1
; <<>> DiG 9.2.2rc1 <<>> -x 192.168.0.1
;; global options: printcmd
;; Got answer:
;; ->>HEADER<<- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 30843
;; flags: qr aa rd ra; QUERY: 1, ANSWER: 1, AUTHORITY: 2, ADDITIONAL: 2

;; QUESTION SECTION:
;0.168.192.in-addr.arpa. IN PTR

;; ANSWER SECTION:
0.168.192.in-addr.arpa. 86400 IN PTR server.linux.net.

;; AUTHORITY SECTION:
0.168.192.in-addr.arpa. 86400 IN NS server.linux.net.

;; ADDITIONAL SECTION:
server.linux.net. 86400 IN A  192.168.0.1
;; Query time: 1 msec
;; SERVER: 127.0.0.1#53(127.0.0.1)

1 comment Mei 23, 2008

Previous Posts


Kata Kata Bijak

- Sulit kalau susah ,mudah kalau enak,tapi kalau kedua duanya jadi satu akan menjadi susah selama lamanya masih bingung? tanya sama diri sendiri
- Ilmu adalah berkah.....berkah adalah rahmat...semua bisa di kerjakan apabila adanya kejujuran dalam bekerja...dijamin hidup akan sempurna.

Telle Selling

Disini saya menawarkan pembuatan logo banner dan juga membuat web design anda bisa daftar melalui situs ini atau bisa tulis dibuku tamu yang saya sediakan disini ( Dengan Harga Tejangkau )

Kalender

Mei 2008
S S R K J S M
    Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

News Release

Komentar Terakhir

postcard uchiha di Faktor Eksternal penyebab sist…
albar di Doctor PC
willyfavindy di Cara masang musik di blog…
willyfavindy di Doctor PC
willyfavindy di Cara masang musik di blog…

Tulisan Terakhir

Spam

Pengunjung yang mampir

Administrator

Sponsor / Link

Gelang merah untuk anak Indonesia
Trik-Tips Blog
Malang Blog Rally 2008
hakimtea.com
Photobucket

pesan singkat

Trancking / IP address

Website Visitor Spy Logger
Dynamic IP Tracing - Show My IP Information

ATTENTION !!!


Jangan asal copy paste ya..

Jangan suka asal copy paste ya…


Welcome to Visitor

counter
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Track Visitor World